Siapa bilang tinggal di desa tidak dapat mengembangkan bisnis? Selama pandai mencari peluang, ada banyak potensi bisnis yang bisa dikembangkan sehingga harus mengetahui contoh UMKM pertanian. Dengan demikian, bisa memberdayakan masyarakat desa. Berikut ini beberapa contoh-contohnya:

1. Menjadi Penjual Pupuk

Salah satu contoh UMKM pertanian yang bisa dicoba adalah menjadi penjual pupuk. Dikarenakan banyak masyarakat desa yang berprofesi sebagai petani, sehingga mereka membutuhkan pupuk tersebut. Selain berpotensi bisnis, bisa membantu para petani untuk mendapatkan pupuk pertanian dengan mudah, terlebih harga pupuk sangat mahal.

Menjual pupuk merupakan usaha yang cukup menjanjikan karena setiap petani akan membutuhkannya. Tidak hanya itu, masih jarangnya penjual pupuk di desa membuat bisnis UKM ini memiliki prospek yang cerah. Bahkan petani bisa mendapatkan pupuk dengan mudah tanpa harus pergi ke luar kota. Dengan demikian, bisa mengurangi biaya transportasi.  

2. Menjual Obat untuk Pertanian

Biasanya para petani membutuhkan obat untuk menghilangkan hama tanaman. Maka dari itu, dengan menjual berbagai macam obat untuk pertanian, bisa menjadi peluang bisnis yang cukup menjanjikan. Dari sisi petani juga bisa menguntungkan karena tidak harus pergi ke kota untuk mendapatkan obat tersebut.  Tidak sedikit obat-obatan tersebut jarang tersedia.

Dengan demikian, selain mencari keuntungan, sebagai salah satu cara memberdayakan petani, karena mereka dapat memperoleh obat-obatan dengan mudah. Petani juga akan mendapatkan keuntungan karena mengurangi biaya transportasi yang harus dikeluarkan saat harus membeli obat ke kota. Terlebih bila persediaannya selalu ada.  

3. Menjadi Penjual Bibit Padi

Mayoritas penduduk desa adalah petani. Sehingga bila ingin mengembangkan bisnis di desa harus menjual berbagai kebutuhan pertanian. Salah satu contoh UMKM pertanian adalah menjual bibit padi. Hal tersebut akan menjadi bisnis yang menjanjikan karena setiap petani akan membutuhkannya. Terlebih saat masa bercocok tanam, harus tersedia sekali.

Berdasarkan hal tersebut, kemungkinan 90% penduduk desa akan menjadi pelanggan tetap, bila tidak memiliki kompetitor. Tentu saja hal tersebut merupakan prospek bisnis yang menjanjikan dalam bidang pertanian. Selain itu, bisa membantu petani agar mudah mendapatkan bibit untuk sawahnya. Dengan demikian petani tidak harus mencarinya ke mana-mana.

4. Menjual Peralatan Pertanian

Peluang usaha lain yang bisa dijalankan dari UMKM pertanian adalah menjual peralatan pertanian, seperti parang, pacul, ani-ani, dan juga traktor. Dikarenakan setiap petani akan membutuhkannya sehingga peluang untuk mendapatkan konsumen lebih besar. Dengan demikian bisa memperoleh laba dengan mudah.  

Tidak hanya dari sisi pelakunya, berbisnis dengan menjual peralatan pertanian akan memudahkan petani untuk mendapatkan peralatan tersebut.  Dengan demikian secara tidak langsung, turut serta  mengembangkan pertanian yang ada di Indonesia. Menjual peralatan pertanian untuk yang mahal, seperti traktir bisa dijual secara kredit.

5. Menjadi Distributor Hasil Pertanian

contoh UMKM pertanian lainnya adalah menjadi distributor hasil pertanian. Dengan demikian, turut serta mengembangkan potensi para petani agar mereka bisa mendapatkan penghasilan yang lebih besar sehingga hasil pertanian bisa dihargai dengan layak Selain memberikan keuntungan kepada pelaku distributornya.

Menjadi distributor produk pertanian seperti beras , akan menjadi prospek bisnis yang menguntungkan karena beras merupakan makanan pokok penduduk Indonesia pada umumnya. Dengan demikian, tidak akan lekang oleh waktu karena setiap hari mereka akan membutuhkannya untuk makanan sehari-hari.

Peluang bisnis bisa didapatkan dari mana saja, termasuk dari pertanian. Meskipun tinggal di desa, namun memiliki potensi untuk berkembang, asalkan pandai melihat peluang bisnis tersebut. Maka dari itu, menjadi pebisnis di desa tidak akan kalah sukses dengan pebisnis di kota kendari dalam skala UMKM, sehingga harus mengetahui contoh UMKM pertanian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *