Pandemi memberi dampak besar ke dalam berbagai aspek kehidupan mulai dari ekonomi hingga aspek pengabdian masyarakat utamanya di tingkat mahasiswa. Keberadaan pandemi membuat ada satu batasan dimana kegiatan dengan jumlah peserta cukup banyak tidak diperbolehkan. Lantas bagaimana bentuk pengabdian masyarakat di tengah pandemi?

Sebagai seorang mahasiswa, pengabdian masyarakat menjadi salah satu dari tiga dharma perguruan tinggi yang sifatnya wajib. Di tengah pandemi, tercipta mekanisme baru dalam pengabdian masyarakat dengan berbagai tantangan. Banyak universitas memutuskan menghentikan sementara program ini tapi ada yang menjalankan, berikut ini contoh kegiatannya:

1. Gerakan Literasi

Sampai saat ini, kondisi masyarakat Indonesia masih memiliki tingkat literasi yang rendah sehingga sering dijadikan topic dalam pengabdian. Mahasiswa atau dosen biasanya memberikan penjelasan atau bentuk kegiatan mengajak anak muda untuk mau baca buku. Metode yang paling umum dipakai dalam kegiatan ini biasanya berupa sosialisasi atau penyuluhan secara langsung.

Umumnya, mahasiswa akan berinteraksi secara langsung dengan anak kecil atau anak muda di sekitar daerah tempat pengabdian. Kegiatan ini dilakukan secara terbatas dengan mengumpulkan anak kecil sebanyak 3-5 orang saja dan menerapkan protokol kesehatan. Ada juga kegiatan pemberian buku gratis ke perpus di desa, SD, atau bahkan perpus di tingkat RT.

2. Edukasi Kesehatan

Kegiatan lain yang sering dilakukan dalam pengabdian masyarakat di tengah pandemi adalah edukasi kesehatan terutama terkait covid-19. Tujuan utama dari kegiatan edukasi ini jelas yaitu untuk membuat masyarakat mengerti terkait Covid-19.

Diberi penjelasan terkait penyebab, gejala, serta pencegahannya bersamaan dengan pemberian alat sesuai protokol kesehatan. Kegiatan edukasi juga bisa dilakukan secara online melalui media yang ada baik dalam bentuk podcast, webinar, hingga konten Instagram.

3. Edukasi Meningkatkan Kewirausahaan

Permasalahan ekonomi menjadi salah satu hal yang cukup pelik ketika pandemi berlangsung terutama ketika banyak orang kehilangan pekerjaan. Memberi edukasi terkait kewirausahaan menjadi penting di tengah pandemi terutama terkait sektor strategis untuk generasi milenial.

Jika sebelumnya sektor kewirausahaan hanya berfokus pada kegiatan lama seperti penjualan di daerah saat ini sudah berbeda. Ada banyak peluang berwirausaha dengan jangkauan pasar yang lebih besar yang bisa dimanfaatkan untuk mendapat keuntungan. Di edukasi ini juga diberi penjelasan terkait peluang, motivasi, dan harapan besar untuk generasi muda.

4. Edukasi Penerapan Digital Marketing

Pandemi benar-benar membatasi kegiatan secara luring, banyak bisnis kemudian berhenti di tengah jalan. Hal ini tentu perlu menjadi fokus perhatian dimana keadaan masyarakat saat ini masih belum memaksimalkan digital marketing.

Edukasi terkait digital marketing menjadi penting mengingat hal inilah yang saat ini punya potensi besar dalam pengembangan bisnis. Semua bentuk bisnis bisa menerapkan digital marketing untuk bertemu lebih banyak pelanggan dan mendapat keuntungan penjualan.

5. Pengenalan Teknologi Pertanian

Sektor pertanian harus selalu menjadi fokus perhatian dalam pengabdian masyarakat di tengah pandemi mengingat pentingnya keberadaan pangan. Ada banyak teknologi pertanian terkini yang bisa dikenalkan untuk membantu para petani, peternak, hingga masyarakat.

Salah satu contoh topik yang bisa diangkat adalah aplikasi pertanian urban sebagai inovasi menghasilkan pangan di lahan sempit perkotaan. Selain itu, bisa juga bersentuhan langsung dengan peternak misalnya dan mengenalkan teknologi berupa pengolahan pakan seperti teknologi silase.

Ada banyak sekali kegiatan yang bisa dilakukan dalam pengabdian masyarakat di tengah pandemi tentunya dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Sebenarnya tidak ada yang berubah dari jenis kegiatan hanya saja saat ini ada penyesuaian terkait metode pelaksanaannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.