Hybrid learning system menggabungkan antara pembelajaran secara langsung atau tatap di sekolah dengan pembelajaran yang dilakukan di rumah dengan bantuan teknologi. Dalam sistem ini, seorang siswa ada kalanya belajar di rumah dan ada kalanya belajar di sekolah.

Sekilas tentang Sistem Hybrid Learning

Menariknya, di sistem pembelajaran ini siswa diberikan kebebasan belajar sendiri. Intinya, dengan sistem ini anak harus bisa memulai belajar sendiri tanpa harus bergantung dengan pengajarnya. Pada hybrid learning, seorang siswa juga dapat menentukan minatnya sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.

Dengan begitu, seorang anak bakal bisa memaksimalkan pembelajaran dan tidak bergantung pada bahan ajar dari gurunya. Seorang anak dapat mencari tambahan bahan ajar sendiri yang banyak tersedia di web-web edukasi ataupun membeli buku mandiri sesuai dengan minatnya.

Keuntungan Pembelajaran Hybrid

Terkait sistem hybrid learning ini ada beberapa keuntungan yang bisa diperoleh. Meskipun, ada beberapa keadaan yang membuat sistem ini tidak dapat diterapkan oleh suatu lembaga pendidikan. Lantas, apa keuntungan dari penerapan sistem ini? Berikut ulasannya:

1. Kemandirian Anak Akan Terasah

Dengan menerapkan sistem hybrid learning ini, maka kemandirian siswa akan terasah dengan baik. Seorang siswa akan terbiasa untuk mencari bahan ajarnya sendiri, tanpa tergantung dengan pengajarnya. Bahkan, siswa dapat memanfaatkan teknologi yang ada disekitarnya.

Siswa juga dapat mengembangkan gaya belajarnya sendiri dengan lebih baik. Misalnya dengan memilih media pembelajaran yang menurutnya mudah dimengerti berupa video, buku, ataupun gambar. Akan tetapi, dalam prosesnya, harus ada andil dari orang tua serta keluarga agar senantiasa mengawasi dan memberikan bimbingan ke anak tersebut.

2. Kefleksibelan Tempat Belajar

Hybrid learning system juga memberikan manfaat berupa tempat belajar yang fleksibel. Siswa tidak perlu repot datang ke sekolah untuk belajar setiap hari. Memanfaatkan rumah sebagai tempat belajar ataupun lokasi-lokasi lain menjadi salah satu keuntungannya.

Sesekali waktu mungkin dapat datang kekelas di sekolah unk mengobati rasa rindu siswa. Namun, tiada keharusan untung datang setiap hari, sehingga siswa tidak akan merasa bosan terhadap kewajiban tersebut.

3. Waktu Bersosialisasi Lebih Banyak

Keuntungan lain yang didapatkan dengan menerapkan sistem hybrid learning yakni waktu bersosialisasi juga tersedia banyak. Seorang anak dapat melakukan interaksi sosial dengan teman-temannya tanpa harus terikat datang ke sekolah setiap hari.

Bahkan, interaksi yang terjadi juga dapat dijalin dengan gurunya secara lebih akrab lagi. Jadi, tidak terikat saat berada di sekolah saja. Siswa atau anak dapat menanyakan pelajaran terhadap pengajar saat merasa tak paham akan suatu materi tertentu.

4. Penggunaan Teknologi Tidak Terbatas

Adapun hal lain yang memberikan keuntungan dengan penerapan sistem ini yakni penggunaan teknologi yang tidak terbatas. Artinya, siswa dapat memanfaatkan teknologi yang tersedia sebaik mungkin untuk menunjang proses belajarnya.

Akan tetapi, sebenarnya hal ini juga memberikan dampak yang buruk juga jika tanpa adanya pengawasan dari keluarga. Mengingat, tak semua anak paham filterisasi dalam penggunaan teknologi, sehingga tetap perlu pantauan dari orang tua tuanya.

5. Materi yang Beragam

Materi atau bahan ajar yang diberikan juga tidak terikat. Artinya, siswa dapat memanfaatkan bahan ajar yang beragam mulai dari video, internet ataupun tontonan edukatif. Dengan begitu, proses belajar pun dapat berjalan lebih maksimal dengan menggunakan berbagai bahan ajar.

Input yang didapatkan siswa pun juga akan semakin baik dan lebih variatif. Untuk itu, hal ini juga harus didukung dengan pengetahuan pengajar yang semakin baik. Pengajar juga seharusnya senantiasa meningkatkan kualitasnya, karena siswa kemungkinan akan banyak bertanya berdasarkan banyaknya input yang ada.Nah, itulah keuntungan yang didapat dari hybrid learning system. Meski terbilang banyak, namun ada pula hal-hal yang harus diperhatikan dari penerapan sistem ini. Apalagi, mental seorang siswa atau anak berbeda-beda. Untuk itu, peran orang tua serta  keluarga tetap dibutuhkan dalam penerapan sistem ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published.