Teori hierarki kebutuhan Maslow cukup sering didengungkan oleh para aktivis sosial. Namun, tak sedikit orang yang masih belum mengetahui bahwa teori ini juga menjelaskan bahwa ada 5 level atau tahapan dalam pencapaian kebutuhan hidup setiap individu. Setiap level kebutuhan ini saling berkaitan sehingga ketika ada satu level yang belum tercapai, maka individu yang bersangkutan tidak akan bisa mencapai level berikutnya. Berikut ini adalah 5 level dalam teori yang dijelaskan Maslow:

1. Fisiologis

Level pertama yang dijelaskan dalam teori hierarki kebutuhan Maslow adalah kebutuhan fisiologis. Maslow menyebut bahwa aspek mendasar dalam kebutuhan hidup setiap individu adalah aspek fisiologis. Aspek ini perlu dipenuhi demi mendapatkan kesejahteraan hidup. Lalu, apa saja yang dimaksud dengan kebutuhan fisiologis? Kebutuhan ini bisa berupa kebutuhan pangan, kebutuhan akan menghirup udara bersih, dan tinggal di tempat yang nyaman.

Tak hanya itu, Maslow juga berpandangan bahwa kebutuhan akan reproduksi dan melakukan aktivitas seksual juga berkaitan dengan kebutuhan fisiologis yang wajib dipenuhi oleh setiap individu. Bagi Maslow, reproduksi dibutuhkan individu sebagai makhluk hidup demi menjaga kelangsungan hidup.

2. Keselamatan dan Keamanan

Setelah individu berhasil memenuhi kebutuhan fisiologisnya seperti mampu membeli kebutuhan pangan, pakaian, dan bereproduksi dengan normal. Maka, level selanjutnya yang perlu dipenuhi adalah keselamatan dan keamanan. Tak bisa dipungkiri, bahkan kehidupan di zaman seperti saat ini pun kedua aspek tersebut sangat penting. Hidup tanpa rasa aman dan jaminan keselamatan hanya akan membuat rasa khawatir dan gelisah berkepanjangan.

Sejak dulu, Maslow sudah memprediksi bahwa setiap individu memerlukan kedua aspek ini untuk menjaga harta, kesehatan hingga jaminan keselamatan dari ancaman terjadinya kecelakaan. Karena setiap individu berusaha untuk bisa memenuhi kebutuhan ini, maka individu berusaha mencari pekerjaan, menabung, dan mengikuti program asuransi.

3. Sosial

Level kebutuhan yang satu ini mungkin sedikit sulit untuk dicapai karena individu tidak hanya harus berusaha dengan kemampuannya sendiri. Untuk bisa memenuhi kebutuhan sosial, individu juga harus memiliki kecerdasan dalam berinteraksi sosial dengan individu lainnya. Sebab, kebutuhan ini berupa cinta dan rasa kasih sayang dari individu lainnya.

Selain itu, kebutuhan sosial juga baru bisa terpenuhi ketika individu berhasil menjalin hubungan yang baik dengan sejumlah individu lainnya. Hubungan ini bisa merupakan hubungan keluarga, hubungan pertemanan, dan hubungan sosial di kelompok masyarakat.

4. Penghargaan

Salah satu bentuk nyata dari level kebutuhan yang diungkapkan Maslow adalah penghargaan. Melalui media sosial, banyak orang membagikan ceritanya dengan harapan untuk mendapatkan penghargaan dari orang lain yang melihatnya. Dengan kata lain, penghargaan yang dimaksud dalam teori ini tidak hanya berupa materi seperti hadiah dan uang saja, tetapi juga bisa berupa pujian dan pengakuan, hingga komentar positif dari orang lain sesuai dengan yang diharapkan.

5. Aktualisasi Pribadi

Level puncak dari teori ini adalah kebutuhan aktualisasi di mana setiap individu dianggap memiliki kebutuhan untuk mencapai sesuatu yang diinginkannya. Setiap individu pasti memiliki impian dan ingin segera mewujudkannya. Setiap individu bercita-cita karena ini merupakan kebutuhan puncak yang juga harus dipenuhi. Setelah empat level kebutuhan telah tercapai, maka dapat dipastikan individu akan mengejar untuk bisa mengaktualisasi diri sebagai level terakhir dalam kebutuhan hidup.

Itulah penjelasan mengenai 5 level teori hierarki kebutuhan Maslow. Teori ini juga sering digunakan dalam banyak topik penelitian karena menyeluruh dan mencakup berbagai aspek keilmuan. Meskipun sudah sangat lama diterbitkan, teori ini masih saja relevan di kehidupan saat ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *