Hybrid learning banyak diperbincangkan akhir-akhir ini. Lantas, sebenarnya apa itu hybrid learning? Apakah ini model pembelajaran yang efektif untuk dilakukan di masa yang seperti sekarang? Apa saja keunggulan serta kekurangan sistem pembelajaran ini?

Pengertian Hybrid Learning

Hybrid learning merupakan suatu model pendidikan dengan menggabungkan pembelajaran online dan pembelajaran di ruang kelas seperti ketika sekolah masih diberlakukan untuk tatap muka pada umumnya. Pembelajaran ini juga mengkombinasikan pembelajaran tatap muka konvensional dengan pembelajaran online yang memanfaatkan web ataupun perangkat komputer serta ponsel pintar.

Meski hybrid learning merupakan sebuah produk berupa sistem yang muncul dari efek pandemi yang melanda seluruh dunia akhir-akhir ini. Namun, keberadaannya sebenarnya memberikan input positif kepada para siswa-siswanya. Sayangnya, tak semua sekolah yang ada di Indonesia dikatakan telah mumpuni untuk melakukan pembelajaran model hybrid ini.

Hal tersebut lantaran, pendidikan di Indonesia masih belum merata. Alhasil, banyak sekolah yang berada di pedalaman Indonesia atau di desa-desa kecil yang ada di Indonesia belum bisa maksimal untuk menerapkan sistem pembelajaran ini. Fenomena ini juga selaras dengan keadaan pembangunan di negara ini, dimana jaringan internet yang baik tak semua tersedia di daerah-daerah negara ini.

Padahal untuk menjalankan hybrid learning, adanya digitalisasi menjadi salah satu syarat agar pembelajaran model ini dapat maksimal. Setelah menjawab pertanyaan mengenai apa itu hybrid learning serta bagaimana gambarannya,sebenarnya model pembelajaran ini punya banyak keunggulan dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional yang dulu dijalankan. Tentu saja, kelebihan ini juga dibarengi kelemahan-kelemahan yang bisa dijadikan evaluasi pelaksanaannya.

Kelebihan Hybrid learning

Suatu sistem pembelajaran dibentuk untuk memudahkan proses pelaksanaanya. Meski begitu, tiap sistem pembelajaran yang dibuat telah melalui serangkaian proses pertimbangan untuk menentukan apa saja kelebihan-kelebihannya serta bagaimana dampak yang dihasilkan. Lantas, apa saja kelebihan hybrid learning ini? Berikut ulasannya:

1. Tidak Terikat Ruang dan Waktu

Akses pembelajaran serta materi dalam model ini dapat dikatakan tidak terikat ruang dan waktu. Hal ini terjadi karena adanya peran teknologi di dalamnya. Akses materi misalnya, dapat dilakukan di mana pun lokasinya dan kapan pun waktunya. Tentu saja, siswa dapat memanfaatkan waktu yang dimilikinya dengan sebaik mungkin. Siswa juga dapat melakukan kegiatan belajar di mana pun lokasinya, tanpa harus datang jauh-jauh ke suatu lokasi setiap hari.

2. Akses Materi yang Mudah

Materi pembelajaran yang diperoleh jika menerapkan model ini tidak akan terbatas di jam sekolah tertentu. Sebab, materi biasanya diberikan oleh pengajar dan disediakan untuk bisa diakses kapan pun dan siswa bisa memanfaatkannya dengan baik. Siswa dapat mengakses materi dengan mudah tanpa harus bingung mencatat materinya di sekolah yang belum tentu lengkap. Siswa dapat mengakses materinya dengan mudah serta tidak bergantung pada lokasinya saat itu.

3. Hemat Biaya

Biaya yang dikeluarkan jika menerapkan model pembelajaran ini juga akan hemat baik itu dari pihak sekolah maupun orang tuanya. Bagi orang tua, tidak ada biaya transportasi yang harus dikeluarkan untuk anaknya berangkat sekolah. Sedangkan bagi sekolah, biaya operasional pun juga akan berkurang.

Kelemahan Hybrid learning

Selain kelebihan, sistem hybrid learning juga punya kelemahan. Kelemahan ini perlu diperhatikan sebagai bahan pertimbangan saat hendak menerapkannya. Adapun ulasannya, berikut: 

1. Tidak Semua Sekolah Mumpuni Menerapkan

Alasannya tak lain karena sarana dan prasarana yang harus mendukung agar  model pembelajaran dapat berjalan dengan baik. Jika sarananya tidak sesuai, maka akan sangat menyulitkan bagi pihak pengajar ataupun siswa. Misalnya, adanya fasilitas perangkat komputer dan lain sebagainya.

2. Jaringan Internet

Jaringan internet menjadi salah satu kelemahan yang patut dipertimbangan di model pembelajran ini. Apalagi pembelajaran dalam model ini juga dilakukan secara online, sehingga jaringan internet menjadi faktor penting yang harus diperhatikan.

3. Guru Harus Kreatif

Guru maupun pengajar di suatu sekolah yang menerapkan model pembelajaran ini disebut harus kreatif untuk bisa membuat desain pembelajaran yang dikatakan sesuai. Pengajar juga harus memiliki kreativitas tinggi agar siswanya tidak cepat bosan. Sayangnya, tidak semua guru mampu melakukan hal tersebut. Apalagi bagi pengajar yang sudah berumur atau lanjut usia.Nah, itulah jawaban dari pertanyaan apa itu hybrid learning serta apa saja pula kelebihan dan kelemahannya. Diharapkan dengan ulasan tersebut, gambaran mengenai hybrid learning bisa dimengerti dan dipahami oleh semua orang termasuk para orang tua siswa dan para pengajar. Semoga informasinya bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published.