Hybrid learning vs blended learning merupakan istilah yang saat ini banyak diperbincangkan. Banyak orang yang menganggap keduanya sama, tidak berbeda satu sama lain. Namun, keduanya sebenarnya berbeda meski perbedaan tersebut terbilang tipis.

Untuk mengetahui apa saja perbedaan keduanya, di bawah ini akan diberikan gambaran mengenai pengertian keduanya serta perbedaan kedua istilah tersebut. Dengan begitu, akan diketahui sistem mana yang cocok diterapkan di sebuah sekolah.

Pengertian Hybrid Learning

Hybrid learning merupakan suatu model pendidikan dengan menggabungkan pembelajaran online dan pembelajaran di ruang kelas seperti ketika sekolah masih diberlakukan untuk tatap muka pada umumnya. Pembelajaran ini juga mengkombinasikan pembelajaran tatap muka konvensional dengan pembelajaran online yang memanfaatkan web ataupun perangkat komputer serta ponsel pintar.

Meski hybrid learning merupakan sebuah produk berupa sistem yang muncul dari efek pandemi yang melanda seluruh dunia akhir-akhir ini. Namun, keberadaannya sebenarnya memberikan input positif kepada para siswa-siswanya. Sayangnya, tak semua sekolah yang ada di Indonesia dikatakan telah mumpuni untuk melakukan pembelajaran model hybrid ini.

Hal tersebut lantaran, pendidikan di Indonesia masih belum merata. Alhasil, banyak sekolah yang berada di pedalaman Indonesia atau di desa-desa kecil yang ada di Indonesia belum bisa maksimal untuk menerapkan sistem pembelajaran ini. Fenomena ini juga selaras dengan keadaan pembangunan di negara ini, dimana jaringan internet yang baik tak semua tersedia di daerah-daerah negara ini.

Pengertian Blended Learning

Blended learning merupakan suatu model pendidikan dengan menggabungkan keunggulan-keunggulan dari pembelajaran tatap muka dan virtual. Pembelajaran ini juga mengkombinasikan antara pengajaran secara langsung dengan pengajaran online, dimana lebih menekankan pada suatu interaksi sosial.

Pembelajaran ini berfokus pada bagaimana pengajaran yang aktif dapat tercipta diantara para siswa-siswa dengan cara daring atau online. Cara ini menggunakan teknologi sebagai salah satu komponen yang digunakan dalam proses pengajaran nya agar siswa tidak bosan belajar dalam ruang kelas setiap harinya.

Dalam penerapannya, pengajar lebih banyak terlibat untuk memilihkan model seperti apa pembelajaran yang bakal digunakan. Artinya, siswa hanya tinggal mengikuti apa yang telah disiapkan oleh gurunya. Hanya saja, dala prosesnya, ada interaksi yang sengaja diciptakan oleh guru kepada para siswanya untuk menunjang proses pembelajarannya.

Perbedaan Hybrid Learning dan Blended Learning

Secara sederhana, hybrid learning vs blended learning sama antara satu sama lain. Hanya ada sedikit perbedaaan sebagai pembeda antara keduanya. Namun, perbedaan ini terbilang tidak begitu kentara dan seringkali tidak tampak. Adapun perbedaannya antara lain:

1. Proses Belajar Siswa

Dalam pembelajaran hybrid learning, siswa berkesempatan untuk mengarahkan sendiri proses pembelajaran yang ingin dilakukan. Siswa bisa menyesuaikan bagaimana cara belajarnya yang sesuai dengan karakteristik dirinya. Hal ini tentunya sangat menguntungkan, karena siswa tidak akan merasa terpaksa mengikuti suatu metode tertentu meski merasa sulit untuk melakukannya.

Sedangkan pada blended learning, metode pembelajaran telah dipilihkan oleh pihak sekolah. Biasanya, metode yang digunakan juga mengambil secara umum proses pembelajarannya dari semua jumlah siswa yang dimiliki. Jadi, siswa tidak bisa memilih sendiri sesuai keinginannya.

2. Mencapai Tujuan Pembelajaran Kurikulum

Keduanya sebenarnya sama-sama ingin mencapai tujuan kurikulum. Namun, pada hybrid learning lebih memfokuskan metode untuk mencapai kurikulum yang hendak dicapai dengan berbagai cara gabungan yang diterapkan.

Sedangkan pada blended learning, metode yang dilakukan mencakup dua hal utama saja yakni pembelajaran konvensional atau tatap muka secara langsung serta pembelajaran yang berbasis online yang bisa dimanapun lokasinya.

3. Mengandalkan Berbagai Media Pembelajaran

Pada pembelajaran yang menerapkan hybrid, pengajar dapat mengandalkan berbagai bahan ajar untuk siswanya. Artinya, tidak hanya secara langsung dan daring saja, namun media ajar berupa  rekaman, catatan, hingga mobile online juga bisa diterapkan.

Untuk blended learning, hanya menitikberatkan pada media yang bisa digunakan untuk pembelajaran langsung serta pembelajaran secara online di waktu yang telah ditetapkan. Pengajar biasanya juga langsung memberikan penjelasan terkait materi tersebut pada kedua cara tersebut.Nah itulah ulasan mengenai hybrid learning vs blended learning secara lebih lengkapnya. Meski keduanya memiliki perbedaan yang tidak begitu signifikan, namun untuk penerapannya dapat disesuaikan dengan kondisi sekolah serta siswa dan siswinya. Tidak harus menerapkan salah satu diantaranya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.